TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA

Monday, November 23, 2009

Hewan Berhak Untuk Hidup

. Monday, November 23, 2009

Siapa saja berhak hidup bebas. Hidup bebas tanpa tekanan, tanpa kekejaman dan tanpa ketidak adilan. Pernahkah terpikir bahwa hewanpun sangat merasakan kekejaman manusia. Manusia selain sibuk melakukan kekejaman dan ketidak adilan terhadap sesamanya di lain sisi melakukan kekkejaman terhadap binatang. Apakah hak hdup bebas hanya milik manusia semata?

Alphonse Lamartine mengungkapkan kembali apa yang disuarakan Abraham Lincoln ketika dia berkata, “Kita tidak memiliki dua hati, hati untuk hewan dan hati untuk umat manusia. Tak ada bedanya kekejaman terhadap hewan maupun kekejaman terhadap manusia, tetapi menunjukkan mereka telah menjadi korban.”

Jika hati manusia buta dan tuli terhadap kesakitan dan penderitaan korban yang lemah seperti hewan yang dibunuh karena makanannya atau sebagai hewan percobaan di laboratorium maka akhirnya hati yang satu ini akan mengeras. Akibatnya lahirlah segala bentuk kebrutalan yang menjadi bumerang bagi umat manusia. Seperti dilukiskan oleh sebuah syair kuno tentang pembunuhan dan perang di antara sesama manusia, “Untuk mengetahui dari mana asalnya bentuk kekejaman ini bermula maka dengarkanlah tangisan pilu dari rumah jagal.”

“Dunia yang lebih baik akan terwujud jika kita memiliki keberanian untuk mengakui kekejaman adalah kekejaman, baik korbannya adalah manusia ataupun hewan.” Kalimat ini diutarakan Rachel Carson, orang pertama yang menyadarkan dunia tentang bahaya pestisida. Satu hal dalam Rachel Carson yang akan ditambahkan oleh Abraham Lincoln adalah beranilah berjuang bagi mereka yang menjadi korban, karena inilah panggilan dalam diri manusia. Panggilan nuraniah menghidupkan kebenaran untuk menuju dunia yang membahagiakan bagi semua orang, semua makhluk.

Apakah anda ingin mengatakan bahwa hewan juga memiliki hak seperti manusia, sehingga seekor anjing juga berhak untuk ikut pemilu dan berhak dipilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat?

Hewan tidak selalu memiliki hak yang sama dengan manusia karena kepentingan mereka tidak selalu sama dengan manusia. Misalnya seperti contoh yang anda katakan. Seekor anjing tentu saja tidak memiliki kepentingan dalam pemilihan umum. Karenanya anjing tidak memiliki hak untuk memilih karena hak itu hanya akan sia-sia saja, seperti halnya semua anak kecil atau bayi di semua negara tidak memiliki hak memilih maupuh dipilih.

Hewan tentu saja memiliki hak yang bersesuaian dengan kepentingan mereka. Contohnya, sudah pasti anjing memiliki kepentingan untuk tidak merasa sakit. Seperti sakit pada manusia maka rasa sakit yang dialami anjing juga membuat anjing tidak leluasa. Karena itu kita perlu menaruh perhatian dan menghormati hak anjing dengan tidak secara tak perlu menyebabkan timbulnya rasa sakit pada mereka. Dengan singkat tidak menyakiti anjing dan hewan lainnya secara tak perlu. Akan datang hari yang menjadi kenyataan, ketika hewan mendapatkan hak-haknya kembali dari tangan tirani yang menggenggamnya. (Jeremy Bentham)

Apakah perlakuan pemilik ternak kepada hewannya memang tidak layak. Bukankah mereka menyediakan kandang bagi ternaknya sehingga dapat terlindungi dari cuaca yang buruk dan predator. Bahkan juga diberi makan dan minum. Apakah kondisi demikian tidak lebih baik dari kehidupan di alam liar?

Di masa lalu pedagang budak berargumen lebih baik menjadi budak di masyarakat Kristen yang berbudaya daripada memiliki kemerdekaan tetapi di hutan belantara. Pola pikir atas hidup dan kebebasan makhluk lain. Produser ternak mengatakan hewannya lebih menyukai “makan tiga kali sehari” daripada kehidupan di alam liar. Padahal istilah “liar” adalah proyeksi manusia atas tanah Bumi yang asing baginya. Liar menurut manusia tidak berarti ”liar” bagi hewan di sana. Itulah rumah mereka.

Di peternakan, justru hewan hidup dalam situasi lebih yang mencerminkan kehidupan manusia dan bukannya cara hidup hewan di habitat aslinya tak logis kita berargumen manusia melindungi ternaknya dari “predator” (pemangsa). Justru kitalah predatornya. Apalagi dengan mengurung mereka seperti yang kita lakukan kita telah memaparkan mereka kepada lebih banyak lagi parasit. Belum lagi jutaan ternak mati karena stres akibat panas dan kondisi iklim dibandingkan hewan yang hidup di alam bebas. Ditambah lagi hidup dalam kurungan sehingga tidak bisa mengembangkan kemampuan pertahanan alaminya. Akibatnya timbul stres patologi yang dapat menghancurkan sistem imunitas.
Biarkanlah anda ingin hidup bebas, hewanpun sebagai mahluk hidup ingin hidup bebas, tanpa tekanan!

0 comments:

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com