TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA

Tuesday, August 31, 2010

Jangan Menyerah "Never Give Up"

. Tuesday, August 31, 2010
1 comments

Saya mendapatkan email dari teman di milis membuat saya sangat terharu saat membacanya. Karena itu saya ingin membagikannya buat teman-teman. Baca yach, sangat menyentuh banget lho, memberi semangat untuk tidak gampang pustus asa. Percaya deh setelah membacanya, ada kembali semangat juang!


Senin (10/11) sekitar pukul 19.30, siswi kelas 9A SMP Masa Depan Cerah (MDC) itu menutup mata untuk selama-lamanya di RS Darmo,Surabaya. Mela pergi menghadap Tuhan tepat dua bulan lebih sehari setelah merayakan ulang tahun ke-14. Siapa itu Mela? Melathia Eldad Tjendera, Seorang gadis biasa yang energetic. Aktif di gereja. Namun sayang, pada usianya yang ke-13, Dia dinyatakan menderita osteosarcoma (kanker tulang). Sebuah penyakit yg terlalu berat untuk seorang gadis berumur 13 tahun. Bulan Maret 2007, ia menjalani sebuah operasi penggantian tulang kaki. Sebuah batang Titanium berada di dalam kakinya guna menopang tubuhnya. Membayangkannya saja, sudah terasa sakit sekalii…

Mela pun merasakan hal yang serupa. Pada saat menjalani operasi di Singapore, ia pun sampai berteriakk “Tuhannn..Mela ga kuat Tuhann….” Setelah semua itu berakhir, Mela pun kembali ke Surabaya untuk menjalani kehidupannya layaknya seorang gadis remaja berumur 14. Ia pun sempat berkata, “Mela GA AKAN PERNAH MENYERAH.. Mela ingin semua orang yang punya sakit seperti Mela ga pernah menyerah..” Bahkan, Senyum pun masih terpancar di wajahnya. Sesuatu yg sulit dilakukan bagi seseorang yang ,mengalami cobaan yang seperti itu.

Setibanya di Surabaya, segerombol sahabat Mela sudah tak sabar menantikan kedatangan Mela. Mereka sangat menyayangi sahabatnya itu. Mela pun kembali ke sekolah seperti dulu. Ia pun mulai mengejar pelajarannya yang tertinggal selama ia berobat di Singapore. Sahabat-sahabatnya pun selalu setia membantu Mela.
(Jawapos, 12 November 2008).

Menurut Ibunda Mela, Sejak awal bulan lalu, (Oktober 2008) kondisi Mela menurun. Itu diketahui ketika Mela tengah menikmati liburan sekolah di Jakarta. Setelah berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, penggemar penyanyi Korea BoA tersebut mengeluh sakit pada kaki kiri. Rasa sakit itu tak tertahankan sampai membuat Mela berteriak.

Menghindari kemungkinan lebih buruk, Yulie berniat lekas pulang ke Surabaya. Namun, hal itu tidak bisa segera diwujudkan. Yulie yang juga pengusaha katering harus menunggu kedatangan suaminya yang tengah berada di luar negeri. "Begitu suami datang, kami langsung terbang ke Surabaya," katanya.

Sebuah ambulans langsung menyambut kedatangan mereka begitu menapak di Surabaya. Khawatir dengan kondisi sang buah hati ditambah ketidaktahuan terhadap apa yang harus dilakukan, keluarga memutuskan melarikan Mela ke RS Darmo.

Dari pemeriksaan, menurut dokter, rasa sakit itu disebabkan otot kaki Mela mengalami kram. Penyebabnya, otot-otot kaki Mela jarang dilatih. Untuk mengatasi kram tersebut, Mela diinapkan di rumah sakit. Selama seminggu di sana, Mela menjalani terapi fisik. Kondisi penggemar warna biru itu berangsur membaik sehingga diizinkan pulang.

Hanya, tak lama setelah keluar dari RS, Mela terserang batuk. Bukan batuk biasa. Tapi, batuk berdahak yang mengeluarkan darah. Bocah yang punya hobi kerajinan tangan craft itu juga mengeluhkan napasnya yang mulai sesak.

Melihat kondisi itu, hati Yulie langsung hilang rasanya. Kenapa bisa langsung merasa begitu? Sebab, Yulie teringat diagnosis dokter National University Hosiptal (NUH) yang menangani Mela. "Apa yang dirasakan Mela itu seperti ciri-ciri yang pernah dikatakan dokter di Singapura," kata Yulie.

Saat itu dokter mengatakan bahwa osteosarcoma yang dialami Mela tersebut sudah masuk kategori Metastatic. Itu berarti kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Karena jenisnya kanker tulang, biasanya yang diserang berikutnya adalah paru. Melihat kondisi Mela saat itu, bahkan dokter mengatakan bahwa dia hanya punya kesempatan hidup empat bulan setelah operasi penggantian tulang dilakukan.

"Saya memang jujur dengan semua kondisi yang dialaminya. Tapi saya benar-benar menjaga rahasia tentang prediksi usia yang dikatakan dokter itu," tutur Yulie.

Dan memang benar. Batuk berdarah sekaligus sesak napas itu pertanda bahwa sel kanker sudah bersarang di paru-paru. Batuk tersebut meninggalkan rasa tidak enak pada tenggorakan. Mela jadi enggan makan. Mengonsumsi obat pun sudah tak mau lagi.

Dengan keadaan lambung yang nyaris tak terjamah makanan dan tubuh yang tak terproteksi obat, kondisinya semakin menurun.

Perasaan sedih keluarga semakin membuncah. Tapi, lagi-lagi mereka tidak menyerah. Pada awal November, Mela dimasukkan lagi ke rumah sakit. "Dia sudah tidak bisa makan. Saya pikir, alternatif lain ya memasukkan makanan lewat infus," kata Yulie. Pertimbangan lainnya, dengan di rumah sakit, dokter bisa mengobati keluhan sakit yang dirasakannya.

Saat diperiksa, batuk dan sesak yang dirasakan itu diakibatkan penumpukan cairan pada paru-paru kiri Mela. Untuk meringankan pernapasan, cairan tersebut harus dikeluarkan. Yulie tidak menyembunyikan kenyataan itu dari putrinya. Dia biarkan dokter menginformasikan hal tersebut kepada buah hati kesayangannya.

"Dia sempat tanya sama dokter, kenapa dokter bisa tahu ada cairan di paru-paruku? Dokternya menjawab, ya dari hasil foto rontgenmu, Mela," kenang istri pemilik jasa travel Citigo itu.

Penyedotan pertama dilakukan pada Minggu lalu (2/11). Dokter menyedot 700 cc cairan yang ada di sana. Penyedotan pertama itu masih menyisakan cairan sehingga harus dilakukan penyedotan lagi. Untuk tindakan kali kedua tersebut, Mela sempat menolak. Menurut Yulie, Mela bilang, "Biarkan Tuhan yang mengeringkan paru-paruku, Mami."

Yulie tak memaksa. Dia memberikan pengertian kepada putrinya itu bahwa semua yang terjadi memang atas kuasa Tuhan. "Tapi, Tuhan juga memeberi kesempatan pada orang yang ahli untuk mengeringkan paru-paru dia," katanya. Setelah mendengar itu, Mela pun mau melakukan penyedotan kali kedua.

Selama menjalani hari-hari di RS, Yulie mengatakan, Mela sempat berkata sudah tidak tahan dengan sakit yang dideritanya itu. Dia juga sudah bosan harus berbaring terus. Dia kangen ingin pulang ke rumah. Tapi, aktivis gereja tersebut terus meyakinkan Mela agar tak berhenti berdoa. Mela tak boleh menyerah dan harus yakin bahwa keajaiban tetap bisa datang sewaktu-waktu.

"Yang luar biasa, di tengah kondisinya yang seperti itu, dia sempat mendoakan kami," kata Yulie. "Dia taruh kedua tangannya di atas kepala kami berdua, dia bilang Tuhan tolong kuatkan Mami dan Papi supaya tetap bisa menjaga Mela," ungkap Yulie pelan.

Mela juga mendoakan supaya bisnis papanya lancar, usaha mamanya lancar, dan sekolah kakaknya berhasil. "Dia juga sempat SMS kakaknya. Dia bilang, thanks for being beautiful brother.''

Senin pagi (10/11) sekitar pukul setengah enam pagi, Mela masih tersadar, bahkan sempat mengobrol sejenak dengan Yulie. Setelah itu, dia tidur. Tapi, tidurnya tidak seperti biasa. Menurut Yulie, biasanya setelah tiga jam tidur, Mela akan terbangun. Akan tetapi, saat itu, Mela tidak bangun-bagun hingga siang. Yulie berpikir, jangan-jangan waktunya memang sudah dekat. Yulie hanya bisa menguatkan diri. "Saya bisikkan ke telinganya. Mela, Mami dan Papi sudah rela bila Mela ingin pergi. Mela akan menemukan jawaban Tuhan," katanya.

Begitu kata-kata itu usai dibisikkan, Mela yang sudah tidak sadarkan diri meneteskan air mata. Melihat itu, tangis Yulie pecah. Dia tahu, meski dalam kondisi tak sadar, Mela tetap mendengar.

Menginjak pukul 19.00, kondisi Mela makin melemah. Setengah jam kemudian, dengan ditunggui kedua orang tua, kakak, teman, dan ratusan kerabat dari jemaat gereja, Mela mengembuskan napas terakhir. Mela pergi bertepatan dengan berakhirnya lagu rohani Halleluyah yang diputar di kamar rawat inapnya.

Sebuah kisah nyata yang dialami seorang gadis yang tidak pernah menyerah.
Seorang gadis berumur 13 tahun,
telah mengalami sebuah proses yang panjang dan penuh sakit.
Operasi yang cukup menakutkan ia lewati demi mendapatkan kesembuhan.
Demi dapat menari bersama dengan teman-temannya.
Demi bercanda dengan temannya.
Demi berkumpul bersama keluarganya.
Mela hanya ingin bertahan hidup lebih lama…

Apakah hal itu berlebihan? Keinginan untuk bertahan hidup adalah hak setiap orang tergantung seberapa besar, keinginannya untuk berjuang. Semangat juang adalah hal yang patut dimiliki setiap orang, dalam keadaan senang ataupun dalam keadaan susah. Semangat untuk bertahan, selayaknya pohon kelapa diatas gunung, yang bergoyang kian kemari diterpa angin. Pohon diatas gunung akan tetap berdiri kokok dan tegak, walau guncangan ringan dan berat datang menerpa!

Bagaimana dengan kita umat manusia?
Seringkali, kita terlalu sering mengeluh.
Merasa kurang beruntung, sehingga membandingkan kekayaan, pekerjaan, penghasilan dan apa yang dimiliki dengan orang lain.
Merasa kurang cantik, setelah membandingkan diri dengan teman, tetangga, istri teman suami atau saudara-saudara, bagkan sampai mengeluarkan biaya yang sangat besar agar terlihat cantik. Ingin secantik orang lain.
Merasa kurang pandai, sehingga berusaha menggunakan waktu berjam-jam dengan melupan keluarga dan orang-orang terdekat dengan belajar dan belajar.
Merasa sangat tak berarti karena tidak berasal dari keluarga yang berada(kaya), sehingga memposisikan diri sebagai seorang tak akan beruntung, karena berasal dari keluarga kebanyakan.
Sangat banyak merasa kurang ini dan kurang itu..dengan segudang kekurangan-kekurangan....yang tidak akan pernah habisnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Semua adalah akibat dari selalu melihat ke atas.. cobalah untuk belajar melihat. Belajar untuk melihat ke bawah. LIHATLAH KE BAWAH…

Sadarkah kita bahwa masih sangat banyak sekali orang yang JAUH kurang beruntung daripada kita. Sangat banyak sekali orang yang jauh tidak sebahagia anda saat ini. Disaat bencana alam yang terjadi disana sini membuat kehidupan mereka tak menentu, penuh ketakutan. Atau disaat sebagaian orang harus rela menanti makanan yang kunjung tiba, akibat kurang pangan. Apakah anda masih mengeluh dan merasa tidak seberuntung orang disekitar anda?

Seorang gadis kecil Mela, hanya berharap untuk bertahan hidup lebih lama. Dan ia harus melewati semua proses panjang dalam hidupnya yang sangat singkat.
Teman, mari Bersyukur......Bersyukurlah….
Bersyukur atas kesempatan bahwa saat ini masih sempat membaca blog saya, sehingga bisa membagikan kepada teman yang lain, sehingga semakin banyak orang yang akan menyadari betapa beruntungnya saya dan kita semua.

Bersyukur atas kesempatan diberi umur panjang, sampai pada saat ini masih sehat dan penuh energic untuk beraktifitas sepanjang hari.

Bersyukur atas perkerjaan yang sedang anda tekuni saat ini, sehingga setiap akhir bulan bisa mendapatkan penghasilan untuk digunakan bagi keperluan sehari-hari.

Bersyukur atas kesempatan untuk membagikan apa yang kita miliki. Karena akan tiba saatnya, kita tidak dapt memberikan apa yang kita miliki untuk orang yang membutuhkan. Selagi masih ada waktu berbagi, bersyukurlah karena anda dapat membagi apa yang anda miliki.

Bersyukur atas anak-anak yang kita miliki. Anak adalah warisan cinta antara suami dan istri.
Berpuluh bahkan beratus hal yang patut kita syukuri sepanjang hari dalam kehidupan kita.

Tetapi mengapa seringkali manusia mudah patah semangat dan mudah menyerah?

Saat mendapat masalah, dengan mudahnya mengatakan “kenapa jadi begini..”
Atau dengan mudahnya mengatakan “Udahlah.. Ga bisa. Nyerahh aja!”
Atau lebih sering mengatakan, “Udahlah..Males..Capek..” “sudah tidak sanggup lagi”

Apabila anda kehilangan semangat juang, mungkin perlu banyak belajar dari pengalaman Mela. Seorang gadis kecil, berusia 13 tahun yang tidak pernah menyerah. Meskipun menghadapi pengalaman yang bukanlah hal yang kecil.

Menjadi pertanyaan, apakah masalah kamu lebih sukar dan berat dari masalah yang dihadapi Mela?

Jika jawaban kamu "YA". Mengapa kamu tidak belajar untuk terus berjuang layaknya Mela.
Apakah anda harus menunggu seseorang yang selalu lebih kuat dari anda
untuk menjadi contoh kuat bagi anda?
Mengapa tidak berpikir bahwa kamu pun bisa melebihi seorang Mela?
Ya, kamu bisa! Pasti bisa! Hanya dibutuhkan kemauan dan kerja keras!
Dan semboyan "Jangan pernah menyerah" Tuhan selalu memiliki maksud terbaik bagi kehidupan masing-masing manusia. Dia memiliki rencana terbaik bagi masing-masing individu ciptaan tanganNya, biji mataNya, umat kepunyaanNya.

Karena tidak ada manusia yang sempurna di muka buki ini, tetapi yang ada adalah manusia yang bijak. Manusia bijak adalah sangat tahu tentang, kapan dia harus mulai berubah dan kapan dia harus tetap pada pendiriannya. Seseorang yang bijak selalu bersedia untuk dibentuk, selalu siap untuk diproses untuik menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih berkenan di hadapanNya.
Ujian adalah suatu proses untuk menjadi sesuatu. Dia memiliki segala rencana terbaik bagi masing-masing kita.
Untuk itu tetaplah kuat,
tetap berjuang,
tetaplah semangat,
tetap setia,
tetap tekun berdoa,
dan tetap berserah.
Dia memiliki hal terbaik bagi masing-masing umatNya!
Tetap semangat!

Jakarta, 1 September 2010, 12.00 pm

BACA ARTIKEL LAINNYA:

Klik disini untuk melanjutkan »»

Penyesalan Selalu Ada Dibelakang Tindakan

.
0 comments

Sebuah kisah nyata yang dimuat di harian Xia Wen Pao tahun 2007, menceritakan tentang seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 tahun bernama Lie Mei. Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjualan kue di pasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya. Pada suatu musim dingin saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk menunggu di rumah karena ia akan membeli keranjang baru.

Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei di rumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah.

Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram. Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu.

Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung-raung, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah. Siu Lan mengguncang-guncang tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei.

Tiba-tiba sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yang dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada di kertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tapi dapat dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar... Mama selamat ulang tahun."

Pesan Moral:Jangan terburu-buru mengambil tindakan. Pikirkan dahulu sebelum bertindak. Karena penyesalan selalu ada dibelakang. Seringkali penyesalan tidak dapat ditebus kembali dengan harga semahal apapun.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, August 24, 2010

Menjadi Seorang Pemimpin, Dimulai Dari Dalam Diri Terlebih Dahulu

. Tuesday, August 24, 2010
0 comments

Seorang penulis, John Maxwell mengatakan : "The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it." Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Apa sih sebenarnya kepemimpinan? Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

Hal kepemimpinan dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat, bernama Ronal Fogleman "I don't think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time." -General Ronal Fogleman, US Air Force-

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice their existence.
The next best, the people honour
And praise.
The next, the people fear, And the next the people hate.
When the best leader's work is done, The people say, 'we did it ourselves'.

Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).

Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.

Seorang penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, mengatakan bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Karakter Seorang Pemimpin Sejati
Semua orang, anda dan saya memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna.
Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ - Kecerdasan Intelektual
EQ - Kecerdasan Emosional, dan SQ - Kecerdasan Spiritual).
Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ-EQ-SQ yang cukup tinggi.

Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.

Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca 'chi' - bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan).

Keempat, Q adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self.
Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).

Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence - quality - qi - qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.

Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2. Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)

Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).
Seperti pada permulaan tulisan ini saya kembali mengutip apa yang dituliskan oleh John Maxwell: "The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it." Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Tulisan asli oleh Oleh ARIBOWO PRIJOSAKSONO
Copyright © Sinar Harapan 2002

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wednesday, August 18, 2010

Delapan Cara Untuk Menjual Diri

. Wednesday, August 18, 2010
0 comments

Tulisan yang sangat bagus yang ditulis oleh Cahyana Puthut Wijanarka, seorang pembicara di berbagai seminar dan training, dengan topik bagaimana cara untuk mengembangkan diri dan juga seorang komisaris dari Smart Personality Indonesia. Tulisan yang sangat bagus sekali sehingga saya copy and paste, mudah-mudahan berguna bagi teman-teman sekalian. Tulisannya sebagai berikut.

Banyak orang gelisah karena merasa kesulitan untuk mempengaruhi lingkungannya atau bahkan susah sekali menimbulkan image positif yang “layak untuk dijual”. Seorang calon karyawan susah mendapatkan impressi positif bagi pewawancaranya, seorang tokoh susah meluaskan jaringan pengaruhnya, seorang guru susah mendapatkan perhatian dari muridnya, seorang atasan susah mendapatkan komitmen dari bawahannya, seorang artis susah mendapatkan rating tinggi untuk pesonanya, dan masih banyak lagi keluhan yang saya dengar dalam berbagai seminar yang saya laksanakan.
Ada beberapa langkah untuk mempermudah kesulitan tersebut.

Pertama : Knowing Ur Self
Tidak ada orang yang selayaknya memahami kita melebihi diri kita sendiri. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan diri kita sendiri akan menajamkan langkah-langkah kita dalam meraih kesuksesan. Cara untuk mengenali diri kita dapat dilakukan dengan dua langkah. Langkah pertama adalah “bercermin”, melakukan dialog dengan diri kita sendiri tentang kelebihan yang kita miliki dengan mengingat hal-hal sukses yang pernah kita alami dan factor penyebabnya pada saat itu. Langkah kedua adalah “meminta feedback”, meminta orang lain untuk membuat gambar tentang siapa diri kita menurut persepsinya, jangan pernah ditolak hal negative yang kita dengar dari mereka, karena ini adalah umpan balik yang sangat obyektif dari titik pandang subyektif. Temui beberapa orang dalam lingkungan dan jenis pergaulan yang berbeda, semakin luas are pemberi feed back maka tingkat kebenarannya akan menjadi lebih valid.

Kedua : Seek First To Understand, than to be Understood
Mempengaruhi orang lain adalah tentang memahaminya lebih dalam. Ego dominan kita selalu saja dahaga untuk menjadi faktor terpenting dalam setiap pergaulan kita. Jika kita memuaskannya maka ada orang lain yang space dominasinya terkurangi. Dengan berlaku emphatik sesungguhnya kita sedang menebarkan jala perhatian untuk orang lain. Bukankah kita selalu bersahabat nyaman dengan orang yang mau mendengar dan mengerti kita dengan baik ?.

Ketiga : Idea behind the mindset
Tanpa kita sadari orang akan lebih mudah setuju jika sebagian kesepakatan yang kita buat adalah hasil pemikirannya juga. Jangan terlalu banyak membuang tenaga untuk membuat orang lain mengerti dan bersepakat atas ide kita, tetapi gunakan sedikit usaha untuk mencari titik awal persamaan yang ada di balik fikiran orang yang berkomunikasi dengan kita. Kenyataan mengatakan bahwa kita akan memiliki komitmen terhadap langkah dan pemikiran dari orang yang banyak memiliki kesamaan dengan kita.


Keempat : Focus On Them
Minimalisir membahas dan menjual tentang kepentingan ”saya”, fokuskan seluruh dialog berbasis kebutuhan mereka atau orang lain (komunitas atau orang yang anda ajak berkomunikasi). Orang senang membahas masalahnya sendiri bukan, jadi anda akan spesial jika anda memberikan langkah untuk solusi orang lain.

Kelima : It’s good to be different
Ini tidak berbicara tentang pola fikir atau penampilan. Menjadi berbeda adalah tentang pendekatan. Jika anda ingin lebih dekat maka pendekatan anda harus berbeda. Cara mendekati dan cara menyampaikan yang berbeda akan menimbulkan impresi khusus. Tukul Arwana sukses karena cara mendekati audience dan cara menyampaikan talk show yang berbeda, orang lain sibuk membuat image tetapi Tukul larut dalam image yang bergerak di benak audience-nya.

Keenam : Snow Ball of Emotional Banking Account
Mempengaruhi adalah menggerakkan bola salju bukan sebuah usaha jangka pendek untuk brain washing. Komunikasi yang ideal adalah menggerakkan impresi positif dari orang dengan cara menabung hal positif dan menggerakkan orang lain untuk bercerita tentang hal positif yang dia rasakan. Kesuksesan selalu diiringi testimoni, testimoni harus disebar luaskan dalam pembahasaan yang santun. Testimoni harus disiram lagi dengan tindakan atau perkataan positif selanjutnya. Buat sebanyak mungkin orang bertestimoni tentang anda dan yakinkan orang yang mendengar hal positif dari anda mendengar atau melihat kembali hal positif yang pernah anda lakukan. Melakukan hal yang positif sama dengan menabung di rekening bank emosi orang lain.

Ketujuh : Always stand at the mailstone,
Mempengaruhi dan membuat image positif adalah berbicara tentang konsistensi berbuat maupun mengatakan. Anda harus menandai titik suskes terakhir sebagai titik awal untuk langkah selanjutnya. Banyak orang gagal dalam mempertahankan positif image karena gagal dalam hal kecil setelah melakukan banyak hal besar. Mereka lupa menancapkan tonggak suksesnya sebagai sebuah pegangan berfikir atau menilai ole orang lain.

Kedelapan : What do U want
Apa yang anda inginkan harus sangat jelas, anda ingin dikenal sebagai apa harus sangat jelas, apa yang anda inginkan orang lain fikirkan atas anda harus sangat jelas. Oleh sebab itu ”sebutan anda” harus sangat jelas. Boleh sama dengan orang lain tapi anda harus memperjelas ”jenis kelamin” anda. Misalnya Anda katakan ”Saya seorang artis” (orang masih bingung), anda perjelas lagi ”Saya seorang artis yang lucu” (mungkin orang lebih mengenali apa yang ingin anda jual). Contoh lain : ”Saya seorang calon karyawan yang pintar” (orang masih bingung), anda perjelas lagi ”Saya seorang calon karyawan yang pintar membuat program komputer” (mungkin orang lebih mengenali apa yang ingin anda jual).


”Kesuksesan adalah hasil dari bagaimana anda menjual diri anda, bagaimana membuat orang lain tahu tentang apa yang anda bisa.”

Mengapa tidak mulai menjual diri anda?
Semoga bermanfaat!

BACA SELANJUTNYA:

Klik disini untuk melanjutkan »»

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com