TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA

Thursday, October 22, 2009

Kebahagiaan

. Thursday, October 22, 2009

John Maxwel, seorang penulis dan pembicara handal dan terkenal, di dalam setiap pembicaraan atau seminar yang diadakan selalu dihadiri oleh ratusan, bahkan ribuan orang.
John dan istrinya Margareth Maxwell, sudah berbicara hampir di 126 negara, dihadapan hampir 5.000.000 orang pemimpin, di 500 perusahaan. Perusahaan pemerintah, perusaahaan swasta atau perusahaan non profit. Buku-buku karangannya, terjual hampir 18 juta copy buku di berbagai negara. Dan buku-buku selalu mendapat predikat "best seller".

Suatu kali Margaret Maxwel sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar Rumah Tangga dengan tema "kebahagiaan". John dan Margaret Maxwel, pasangan pembicara yang sering diundang dalam seminar-seminar topik rumah tangga.
Dalam setiap seminar yang diselenggarakan, terutama dengan tema rumah tangga, banyak pasangan suami istri atau pasangan yang akan menikah yang hadir.

Seperti biasa, pada saat sang istri, Margareth Maxwell, berbicara, biasanya John Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan secara bergantian juga, apabila John Maxell berbicara Margareth juga akan duduk di bangku paling depan dan mendengarkan seminar yang dibawakan suaminya. Di akhir sesi seminar yang dibawakan Margareth Maxwell, semua pengunjung bertepuk tangan gembira karena mereka sangat senang . Para peserta seminar, merasa sangat puas dengan pembahasan mengenai "kebahagiaan" yang telah dibawakan oleh Margareth Maxwell.

Seperti biasanya, diakhir seminar moderator menyediakan waktu untuk sesi tanya jawab. Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika sang ibu diberikan kesempatan untuk bertanya, sang ibu yang duduk ditengah-tengah para hadirin mulai bertanya seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"

Seluruh hadirin yang hadir dalam ruangan itu semua terdiam. Hampir sembilan puluh persen hadirin yanga hadir adalah berpasang-pasangan. Segere Margareth menjawab pertanyaan itu dengan "Satu pertanyaan yang bagus"!
Sejenak Margaret tampak berpikir untk beberapa saat dan kemudian ia menjawab, "Tidak."

Seluruh hadirin yang hadir dalam ruangan langsung terkejut.
"Tidak," Margaret menjawab sekali lagi.
Kemudian dia melanjutkan keta-katanya "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."

Seluruh pengunjung yang berada di dalam ruangan langsung seakan-akan ada yang memberi komando secara serempak mereka menoleh ke arah John Maxwell.
Kelihatan Joh Maxwell, seakan salah tingkah dan mulai menoleh-noleh ke kiri dan kenan seakan-akan ingin segera pergi mencari pintu keluar. Rasanya ia ingin cepat-cepat keluar ruangan dan meninggalkan tempat seminar berlangsung, karena malu.

Sesaat kemudian, dimana ruangan seakan sepi dan kaku, Margaret mulai melanjutkan pembicaraannya, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, Ia pernah bermabuk-mabukan, Ia tidak pernah bermain serong. Ia seorang suami yang setia, Ia selalu memenuhi kebutuhanku. Ia penuhi kebutuhan, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."

Tiba-tiba seorang dari hadirin mulai bertanya dengan suara sangat keras bertanya, "Mengapa?"
Margaret Maxwell menjawab, "Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Dengan kata lain, maksud dari isi pembicaraan Margaret Maxwell adalah, tidak ada orang lain yang bertanggung jawab bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.

Kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Bukan orang lain. Kalau kita sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, percaya bahwa kebahagiian adalah didalam hati, percayalah tidak akan pernah ada rasa sedih terhadap diri sendiri atau mengasihi diri sendiri.

Sesungguhnya pola pikir yang menentukan kita. Pola pikirlah yang akan menentukan "apakah kita bahagia atau tidak", "apakah aku ini orang yang beruntung atau tidak", "apakah aku ini seorang yang orang yang berbahagia atau tidak", Pola pikirlah yang menentukan apakah kita seorang yang berbahagia, bukan faktor luar.
Bahagia atau tidak bahagianya hidupmu, bukan ditentukan oleh seberapa tinggi jabatanmu di kantor, bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, bukan ditentukan seberapa besar jumlah depositomu di bank, bukan ditentukan oleh seberapa cantik atau gantengnya pasanganmu, bukan juga ditentukan oleh sesukses apakah hidupmu.
Kebahagiaan ditentukan pola pikirmu. Ingat, tidak ada seorangpun yang bertanggung jawab membuatmu, bahagia selain dirimu sendiri.
Jangan pernah salahkan pasangan, teman, sahabat atau orang tua, apabila anda tidak merasa bahagia. Tapi tanyakan pada diri anda mengapa saya tidak merasa bahagia. Belajarlah untuk berbahagia dengan bersyukur dan berterimakasih, atas segala apa yang kita nikmati dan rasakan setiap hari.
Berterimakasih dan bersyukur adalah kunci kebahagiaan!

0 comments:

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com