TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA

Thursday, April 8, 2010

MENGATASI PESTISIDA DALAM LALAPAN

. Thursday, April 8, 2010

Pilihlah Lalapan Aman dan Menyehatkan, itu adalah semboyan bagi kesehatan untuk mencegah penyakit akibat kelalaian.

LALAPAN merupakan makanan favorit masyarakat Sunda. Ada sebuah gurauan, "lepas saja orang Sunda di kebun niscaya ia akan bisa hidup, sebab tidak ada daun yang tidak dimakannya kecuali daun jendela atau daun pintu". Sudah lama diketahui, banyak manfaat yang didapat dengan mengonsumsi lalapan, terutama bagi kesehatan. Namun

perlu diwaspadai bahaya dari pestisida atau residunya yang digunakan petani ketika membudidayakan tanaman lalapan.

Makanan instan atau makanan siap saji (junk food) yang kurang akan kandungan serat, memicu meningkatkan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker dan lain-lain.

Pola makan masyarakat Sunda bisa menjadi salah satu alternatif untuk menyeimbangkan konsumsi makanan sehari-hari.

Berikut beberapa jenis lalapan yang sering dikonsumsi lengkap dengan kandungan gizi dan manfaat lain yang bisa didapat.

1. Kemangi
Daunnya kecil-kecil dengan bau harum sangat has, sering dijadikan sebagai bahan lalapan. Lalab ini juga banyak digunakan sebagai bumbu olahan ikan seperti pepes ikan mas, atau ikan gurame.

Kemangi mwemiliki kandungan minyak atsiri tinggi. Selain itu juga kaya akan protein, kalsium, fosfor, besi, dan sulfur. Dalam ilmu pengobatan tradisional disebutkan, keharuman kemangi bisa menghilangkan bau badan. Selain itu juga memiliki efek menenangkan serta mengeluarkan gas dalam lambung. Karena itu baik dikonsumsi saat susah tidur. Kemangi juga dapat mengurangi diare dan muntah, membantu menyembuhkan sariawan dan menghilangkan bau nafas atau bau mulut.

2. Mentimun
Mentimun memiliki kandungan air sampai 90%, sehingga efeknya sangat membantu menyiram bakteri usus dan dinding kemih. Sifat diuretic juga membantu meringankan retensi air. Kandungan air yang tinggi mampu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal. Oleh karena itu Mentimun sangat baik bagi penderita yang tinggi asam urat.

Mentimun juga sebagai makanan pelangsing yang sempurna karena memberi efek mengenyangkan dan rendah kalori. Selain itu tinggi akan vitamin A, B1, B2, C, kalsium, kalium, mangan dan sulfur.

Campuran dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan kulit. Selain itu baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Dapat dimakan mentah atau direbus dulu sebentar hingga kandungan airnya bertambah banyak. Jika ingin mengonsumsi mentah, sebaiknya kedua bagian ujung mentimun dipotong terlebih dahulu kemudian gosok memutar hingga getahnya keluar dengan demikian jika disantap tidak pahit. Mentimun sebaiknya dikonsumsi seluruhnya, termasuk bijinya. Bijinya mengandung alkoloid yang bisa membantu menyembuhkan penyakit cacing pada anak.

3. Labu siam
Labu siam seringkali diolah dengan santan, juga dijadikan campuran saat memasak sayur asam. Jika dijadikan lalapan, biasanya direbus atau dikukus sejenak. Kaya kandungan air, protein, lemak, kalium, fosfor dan besi.

Labu siam bisa membantu proses pemyembuhan gusi berdarah. Caranya parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu, minum 3 kali sehari, untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus. Jika suka bisa dimakan mentah. Getah labu siam baik digunakan untuk menghilangkan garis hitam di tumit. Dileskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu dicuci tumit hingga bersih.

4. Selada
Diduga berasal dari Asia Barat, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Jepang, Thailand, Amerika Serikat dan Belanda erupakan negara yang memberi perhatian lebih pada budidaya selada. Biasa dimakan mentah dan dibuat salad. Jenis sayuran ini bisa membantu mengurangi risiko kanker, katarak, stroke, meringankan insomnia, dan mengurangi gangguan anemia.

5. Kubis atau kol
Ada 2 jenis kubis yaitu merah dan hijau keputihan. Biasa digunakan untuk lalap dan campuran sup ayam. Tinggi kandungan vitamin C, kalium, dan asam folat. Kandungan kaliumnya membantu mengantar keseimbangan air dalam tubuh. Banyak yang tidak menyukai kubis mentah. Jika tahan mengkonsumsi mentah atau dibuat jus sangat baik untuk mengobati nyeri tenggorokan dan sariawan. Tetapi sebaiknya dikonsumi tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gas dalam perut, yang tidak baik untuk penderita gangguan pencernaan, hati, dan jantung.

Banyak lagi jenis lalapan seperti pohpohan yang banyak dihidangkan di rumah makan-rumah makan Sunda. Daun singkong menjadi penyeimbang makanan Padang yang banyak santan dan cabe. Kedua lalapan ini tinggi akan protein, kalsium, serat dan karotennoidnya yang bagus untuk mencegah penyakit degeneratif. Dan banyak lagi lalapan lainnya.

Hati-hati pestisida atau insektida

Disamping manfaatnya, masyarakat perlu hati-hati ketika mengonsumsi lalapan, sebab tidak sedikit sayuran yang mengandung insektisida yang dapat meracuni manusia. Insektisida sebenarnya digunakan pada sayuran ketika dalam proses budidaya untuk meracuni serangga. Namun insektisida seringkali masih menempel pada sayuran ketika sayuran dipanen. Akibatnya saat ikonsumsi insektisida pun ikut termakan, menempel pada kulit dan terhirup melalui pernafasan manusia. Keracunan insektisida ini bisa akut dan kronik. Keracunan akut yaitu yang mengakibatkan kesakitan atau kematian akibat terkena dosis tunggal insektisida. Sedangkan keracunan kronik karena penderita terkena racun dalam jangka waktu panjang dengan durasi yang sangat rendah. Gejala keracunan baru terlihat beberapa hari, bulan bahkan tahun setelah penderita terkena racun.

Bentuk keracunan kronik berupa:

1. Karsinogenik, yaitu pembentukan jaringan kanker, oleh karena itu orang yang mengkonsumsi banyak sayuran tidak menjamin bebas dari kanker.
2. Mutagenik, yaitu kerusakan genetik untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu tidak heran dewasa ini meningkatnya peyakit down syndrome dan autisme.
3. Teratogenik yaitu kelahiran anak cacat dari ibu yang keracunan, dewasa ini banyak anak yang lahir bibir sumbing, tuna rungu dan lainnya.

Seberapa jauh tingkat bahaya insektisida bagi manusia ditentukan menurut besarnya LD 50 atau Dosis median adalah suatu dosis insektisida yang tepat membunuh 50% binatang yang diuji. Pengujian toksisitas dilakukan dengan memberikan makanan (oral) aplikasi kulit (dermal) dan pernafasan (respiratori).

Tingkat bahaya insektisida menurut WHO Selain bahaya insektisida, kadar vitamin yang tinggi pada sayuran mudah rusak oleh pemanasan.

Berikut tip untuk mengatasi agar sayuran tetap aman dan menyehatkan ketika diskonsumsi:

1. Biasakan mencuci sayuran mentah di bawah air mengalir yang bersih dan sehat agar kotoran dan sisa pestisida hilang. Gunakan air berenergi yang mampu mengeliminir pestisida. Seperti biopure reverse osmosis, yang tentunya sudah bebas pestisida, bakteri dan bahan berbahaya lainnya.
2. Rendam sayuran dengan air tersebut yang telah dicampurkan sedikit garam untuk menghilangkan ulat dalam sayuran.
3. Vitamin B dan C larut dalam air yang terkandung dalam sayuran. Bila ingin mengonsumsi sebagai lalapan matang perhatikan cara merebusnya, gunakan air sesedikit mungkin, ada baiknya air kembali terserap dalam sayuran. Panci harus selalu tertutup agar vitamin tidak menguap, jangan merebus terlalu lama, sebab vitamin C mudah rusak dan hilang dalam temperatur panas, selain itu akan terjadi perubahan warna pada sayuran. Setelah matang sebaiknya disiram dengan air dingin.
4. Kupas dan potong sayuran menjelang dimasak atau pada saat dimakan.
5. Jika sayuran ingin dikukus pasti ada zat gizi yang terbuang, untuk meminimalisir, disarankan tidak memotong sayuran yang akan dikukus.
6. Bila tujuannya untuk menghilangkan rasa pahit seperti kol dan seledri, cuci dengan air yang banyak kemudian letakkan dalam panci dan dituangkan air hingga menutupi seluruh permukaan bahan yang akan direbus. Beri garam dengan perbandingan 7 gram untuk satu liter air.

(Sumber: E.S. Hadi - Konsultan Gizi pada Klinik Pratiwi dan klub Adina, Yayasan Pratiwi Hadi, Bandung)

BACA ARTIKEL BERIKUTNYA:

0 comments:

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com