TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA
Showing posts with label Pencegahan Infeksi. Show all posts
Showing posts with label Pencegahan Infeksi. Show all posts

Thursday, April 8, 2010

Makanan Terbaik Menurut WHO

. Thursday, April 8, 2010
0 comments

Pada Symposium ke-113 Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization)membahas makanan, olah raga dan kebiasaan hidup strategi baru kesehatan global. Dalam strategi baru tersebut mengemukakan pola makan yang tidak sehat merupakan penyebab utama timbulnya bermacam macam penyakit non infeksi (tidak menular) termasuk beberapa jenis kanker. Dalam symposium tersebut WHO merekomendasikan golongan makanan yang terbaik. Meliputi pengendalian asupan lemak jenuh dan menggantikan dengan lemak tak jenuh. Banyak makan sayur, buah, kacang kacangan , makanan kasar dll.

Mengaharapkan pemahaman makanan/menu sehat dalam menghadapi tantangan hidup, dibawah ini informasi sangat berguna bagi kesehatan:

1. Buah Terbaik
Urutan buah terbaik adalah papaya, strawberry, orange, jeruk kupas, kiwi, mangga, plum, kesemek dan semangka.(Beruntung kita hidup di Indonesia, sangat murah dan gampang mendapatkan buah pepaya)

 



2. Sayur Terbaik

Ketela kuning kaya kandungan vitamin juga anti kanker mujarab merupakan golongan sayur utama disusul oleh asparagus, lettuce, brokoli, seledri, terong, bit, wortel, kolumbi, xuelihong (sejenis sawi ijo), sawi putih.

3. Daging terbaik
Struktur daging angsa mirip dengan minyak zaitun, bermanfaat untuk jantung. Daging angsa mendapat predikat sumber protein terbaik. (Sebenarnya tanpa asupan daging, jauh lebih baik)

4. Makanan tersehat untuk proteksi otak
Pocai (soinancia oleracea), kucai, labu merah, onion, kembang kol, kacang polong, tomato, wortel, sawi putih kecil, daun bawang, seledri, he tau, kacang tanah, jambu mente, biji tusam, biji apricot, kedelai, beras kasar/tuton


5. Tim/sup terbaik
Tim ayam terbaik, terutama tim ayam betina dapat mencegah flu, radang tenggorokan, sesuai untuk konsumsi musim salju dan musim semi.


BACA ARTIKEL BERIKUTNYA:

Klik disini untuk melanjutkan »»

MENGATASI PESTISIDA DALAM LALAPAN

.
0 comments

Pilihlah Lalapan Aman dan Menyehatkan, itu adalah semboyan bagi kesehatan untuk mencegah penyakit akibat kelalaian.

LALAPAN merupakan makanan favorit masyarakat Sunda. Ada sebuah gurauan, "lepas saja orang Sunda di kebun niscaya ia akan bisa hidup, sebab tidak ada daun yang tidak dimakannya kecuali daun jendela atau daun pintu". Sudah lama diketahui, banyak manfaat yang didapat dengan mengonsumsi lalapan, terutama bagi kesehatan. Namun

perlu diwaspadai bahaya dari pestisida atau residunya yang digunakan petani ketika membudidayakan tanaman lalapan.

Makanan instan atau makanan siap saji (junk food) yang kurang akan kandungan serat, memicu meningkatkan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker dan lain-lain.

Pola makan masyarakat Sunda bisa menjadi salah satu alternatif untuk menyeimbangkan konsumsi makanan sehari-hari.

Berikut beberapa jenis lalapan yang sering dikonsumsi lengkap dengan kandungan gizi dan manfaat lain yang bisa didapat.

1. Kemangi
Daunnya kecil-kecil dengan bau harum sangat has, sering dijadikan sebagai bahan lalapan. Lalab ini juga banyak digunakan sebagai bumbu olahan ikan seperti pepes ikan mas, atau ikan gurame.

Kemangi mwemiliki kandungan minyak atsiri tinggi. Selain itu juga kaya akan protein, kalsium, fosfor, besi, dan sulfur. Dalam ilmu pengobatan tradisional disebutkan, keharuman kemangi bisa menghilangkan bau badan. Selain itu juga memiliki efek menenangkan serta mengeluarkan gas dalam lambung. Karena itu baik dikonsumsi saat susah tidur. Kemangi juga dapat mengurangi diare dan muntah, membantu menyembuhkan sariawan dan menghilangkan bau nafas atau bau mulut.

2. Mentimun
Mentimun memiliki kandungan air sampai 90%, sehingga efeknya sangat membantu menyiram bakteri usus dan dinding kemih. Sifat diuretic juga membantu meringankan retensi air. Kandungan air yang tinggi mampu menghilangkan toksin dan asam urat melalui ginjal. Oleh karena itu Mentimun sangat baik bagi penderita yang tinggi asam urat.

Mentimun juga sebagai makanan pelangsing yang sempurna karena memberi efek mengenyangkan dan rendah kalori. Selain itu tinggi akan vitamin A, B1, B2, C, kalsium, kalium, mangan dan sulfur.

Campuran dan jus mentimun dapat menurunkan demam dan mendinginkan kulit. Selain itu baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Dapat dimakan mentah atau direbus dulu sebentar hingga kandungan airnya bertambah banyak. Jika ingin mengonsumsi mentah, sebaiknya kedua bagian ujung mentimun dipotong terlebih dahulu kemudian gosok memutar hingga getahnya keluar dengan demikian jika disantap tidak pahit. Mentimun sebaiknya dikonsumsi seluruhnya, termasuk bijinya. Bijinya mengandung alkoloid yang bisa membantu menyembuhkan penyakit cacing pada anak.

3. Labu siam
Labu siam seringkali diolah dengan santan, juga dijadikan campuran saat memasak sayur asam. Jika dijadikan lalapan, biasanya direbus atau dikukus sejenak. Kaya kandungan air, protein, lemak, kalium, fosfor dan besi.

Labu siam bisa membantu proses pemyembuhan gusi berdarah. Caranya parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu, minum 3 kali sehari, untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus. Jika suka bisa dimakan mentah. Getah labu siam baik digunakan untuk menghilangkan garis hitam di tumit. Dileskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu dicuci tumit hingga bersih.

4. Selada
Diduga berasal dari Asia Barat, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Jepang, Thailand, Amerika Serikat dan Belanda erupakan negara yang memberi perhatian lebih pada budidaya selada. Biasa dimakan mentah dan dibuat salad. Jenis sayuran ini bisa membantu mengurangi risiko kanker, katarak, stroke, meringankan insomnia, dan mengurangi gangguan anemia.

5. Kubis atau kol
Ada 2 jenis kubis yaitu merah dan hijau keputihan. Biasa digunakan untuk lalap dan campuran sup ayam. Tinggi kandungan vitamin C, kalium, dan asam folat. Kandungan kaliumnya membantu mengantar keseimbangan air dalam tubuh. Banyak yang tidak menyukai kubis mentah. Jika tahan mengkonsumsi mentah atau dibuat jus sangat baik untuk mengobati nyeri tenggorokan dan sariawan. Tetapi sebaiknya dikonsumi tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gas dalam perut, yang tidak baik untuk penderita gangguan pencernaan, hati, dan jantung.

Banyak lagi jenis lalapan seperti pohpohan yang banyak dihidangkan di rumah makan-rumah makan Sunda. Daun singkong menjadi penyeimbang makanan Padang yang banyak santan dan cabe. Kedua lalapan ini tinggi akan protein, kalsium, serat dan karotennoidnya yang bagus untuk mencegah penyakit degeneratif. Dan banyak lagi lalapan lainnya.

Hati-hati pestisida atau insektida

Disamping manfaatnya, masyarakat perlu hati-hati ketika mengonsumsi lalapan, sebab tidak sedikit sayuran yang mengandung insektisida yang dapat meracuni manusia. Insektisida sebenarnya digunakan pada sayuran ketika dalam proses budidaya untuk meracuni serangga. Namun insektisida seringkali masih menempel pada sayuran ketika sayuran dipanen. Akibatnya saat ikonsumsi insektisida pun ikut termakan, menempel pada kulit dan terhirup melalui pernafasan manusia. Keracunan insektisida ini bisa akut dan kronik. Keracunan akut yaitu yang mengakibatkan kesakitan atau kematian akibat terkena dosis tunggal insektisida. Sedangkan keracunan kronik karena penderita terkena racun dalam jangka waktu panjang dengan durasi yang sangat rendah. Gejala keracunan baru terlihat beberapa hari, bulan bahkan tahun setelah penderita terkena racun.

Bentuk keracunan kronik berupa:

1. Karsinogenik, yaitu pembentukan jaringan kanker, oleh karena itu orang yang mengkonsumsi banyak sayuran tidak menjamin bebas dari kanker.
2. Mutagenik, yaitu kerusakan genetik untuk generasi yang akan datang. Oleh karena itu tidak heran dewasa ini meningkatnya peyakit down syndrome dan autisme.
3. Teratogenik yaitu kelahiran anak cacat dari ibu yang keracunan, dewasa ini banyak anak yang lahir bibir sumbing, tuna rungu dan lainnya.

Seberapa jauh tingkat bahaya insektisida bagi manusia ditentukan menurut besarnya LD 50 atau Dosis median adalah suatu dosis insektisida yang tepat membunuh 50% binatang yang diuji. Pengujian toksisitas dilakukan dengan memberikan makanan (oral) aplikasi kulit (dermal) dan pernafasan (respiratori).

Tingkat bahaya insektisida menurut WHO Selain bahaya insektisida, kadar vitamin yang tinggi pada sayuran mudah rusak oleh pemanasan.

Berikut tip untuk mengatasi agar sayuran tetap aman dan menyehatkan ketika diskonsumsi:

1. Biasakan mencuci sayuran mentah di bawah air mengalir yang bersih dan sehat agar kotoran dan sisa pestisida hilang. Gunakan air berenergi yang mampu mengeliminir pestisida. Seperti biopure reverse osmosis, yang tentunya sudah bebas pestisida, bakteri dan bahan berbahaya lainnya.
2. Rendam sayuran dengan air tersebut yang telah dicampurkan sedikit garam untuk menghilangkan ulat dalam sayuran.
3. Vitamin B dan C larut dalam air yang terkandung dalam sayuran. Bila ingin mengonsumsi sebagai lalapan matang perhatikan cara merebusnya, gunakan air sesedikit mungkin, ada baiknya air kembali terserap dalam sayuran. Panci harus selalu tertutup agar vitamin tidak menguap, jangan merebus terlalu lama, sebab vitamin C mudah rusak dan hilang dalam temperatur panas, selain itu akan terjadi perubahan warna pada sayuran. Setelah matang sebaiknya disiram dengan air dingin.
4. Kupas dan potong sayuran menjelang dimasak atau pada saat dimakan.
5. Jika sayuran ingin dikukus pasti ada zat gizi yang terbuang, untuk meminimalisir, disarankan tidak memotong sayuran yang akan dikukus.
6. Bila tujuannya untuk menghilangkan rasa pahit seperti kol dan seledri, cuci dengan air yang banyak kemudian letakkan dalam panci dan dituangkan air hingga menutupi seluruh permukaan bahan yang akan direbus. Beri garam dengan perbandingan 7 gram untuk satu liter air.

(Sumber: E.S. Hadi - Konsultan Gizi pada Klinik Pratiwi dan klub Adina, Yayasan Pratiwi Hadi, Bandung)

BACA ARTIKEL BERIKUTNYA:

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wednesday, May 6, 2009

Mencegah Penyebaran Infeksi Pada Fase 3

. Wednesday, May 6, 2009
0 comments

Bagaimanakah Mencegah Penyebaran Infeksi Pada “fase 3”?

Reduksi Infeksi:
Virus Dapat bertahan Di Luar Selama?
• 5 menit di tangan

• 8 -12 jam di bahan lunak (kertas, tisu, dll)
• 24 - 48 jam di bahan keras (baja, kayu, plastik)
• 4 hari pada suhu 22.3º C and &30 hari pada 0º C di air
• 3 bulan pada tanah yang terkontaminasi

Bagaimana H5N1 menyerang Manusia Saat Ini?
• Kontak langsung dan berulang dengan unggas terinfeksi
• Kontak dengan Lingkungan yang terkontaminasi (air, tanah dan kotoran)
• Makan makanan setengah matang dari produk unggas

REDUKSI RESIKO SAAT PANDEMI?
• Cara terpenting dalam mencegah penyebaran infeksi
• Harus dilakukan saat: sebelum dan sesudah makan, setelah memeriksa pasien, setelah masak, setelah buang air, setelah bersin atau batuk dsb.
• Cuci tangan dengan seksama
• Keringkan dengan tisu sekali pakai serta dilarang menyikat tangan.
• Dilarang menutup keran dengan tangan yang telah bersih, gunakan tisu.
• Dilakukan selama 10-15 detik
• Dilarang menyentuh dinding wadah/wastafel
• Penggunaan cairan pembersih tangan berbasis alkohol juga dapat membunuh virus flu.

Bagaimana H5N1 Menjangkiti Saat Pandemi?
• Butiran cairan (droplet) yang mengandung virus dihasilkan saat batuk, bersin, dan berbicara.
• Infeksi secara utama dapat disebarkan secara transmisi droplet :
• Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi (ciuman, jabat tangan)
• Tidak langsung: menyentuh objek seperti: keyboard, gagang pintu, telepon dsb yang terinfeski.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, April 28, 2009

Rajin Mencuci Tangan Langkah Awal Tangani Virus Flu Singapura

. Tuesday, April 28, 2009
0 comments

Obat dan vaksin flu Singapura belum ditemukan. Namun, virus maut yang telah merebak di Depok, Jawa Barat, ini bisa dicegah. Salah satunya, dengan rajin mencuci tangan.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes,
Dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), kepada detikcom, Kamis (16/4/2009), mengatakan, tidak ada pencegahan khusus untuk HFMD.

Tetapi risiko tertular dapat diturunkan dengan good hygienic practise (PHBS), seperti mencuci tangan, dan lain-lain."Penyakit Tangan Kaki Mulut (TKM) ini menyerang sebagian besar adalah anak usia di bawah 10 tahun dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya," kata Tjandra.

Bila ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala neurologi, kejang mioklonik, iritabel, insomnia, abdomen distensi, muntah berulang, sesak nafas, dan halusinasi, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit TKM antara lain
- Pertama, meningkatkan higiene/kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin, serta tidak menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga (misal cangkir, sendok, garpu) dan alat kebersihan pribadi (misal handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki).

- Kedua, membersihkan alat-alat yang terkontaminasi dengan air dan sabun.

- Ketiga, melakukan pengamatan terhadap kontak penderita dalam satu rumah secara ketat.

Tindakan kewaspadaan dini dan kesiap siagaan dengan melakukan koordinasi dan advokasi serta respons cepat bagi instansi yang berwenang apabila ditemukan adanya peningkatan penderita penyakit TKM pada suatu lokasi yang sama, seperti :
- Pertama meliburkan sekolah (selama 2 kali masa inkubasi terpanjang, sekitar 12 hari).
- Kedua, melakukan tindakan perbaikan kualitas sanitasi lingkungan melalui desinfeksi dan dekontaminasi, baik di lingkungan permukiman maupun sekolah.

Selanjutnya, melakukan tindakan pengamanan lingkungan guna mencegah kepanikan masyarakat dan hal-hal yang dapat mengganggu upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penyakit TKM ini.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Flu Singapura adalah Bukan Penyakit Baru

.
0 comments

Di dunia kedokteran tidak ada istilah "Flu Singapura". Penyakit ini adalah Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (PTKM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD), yang merupakan penyebabnya adalah virus.
Penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak dan bayi, dan bukan merupakan penyakit baru.

Masa Inkubasi: 3 - 7 hari
Menular melalui kontak langsung cairan hidung dan tenggorok, saliva (air liur), cairan dari blister atau tinja pasien
Masa Penularan terbesar adalah pada minggu pertama sakit.
Pada dasarnya bukan merupakan penyakit berat.

Pengobatan:
Pengobatan hanya simtomatik dan mengkonsumsi makanan cukup protein dan kalori

Dapat sembuh dalam 7 - 10 hari
Pencegahan secara khusus: Tidak ada
Resiko tertular dapat diturunkan dengan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
Kita bisa melakukan upaya pencegahan dan penangulangan dengan menigkatkan kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan sabun, terutama sekali setelah buang hajat atau buang air besar atau sebelum menyediakan makanan. Menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin. Tidak menggunakan secara bersama alat-alat rumah tangga seperti cangkir, sendok, garpu serta alat-alat kebersihan pribadi yaitu handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, sepatu dan kaus kaki.

Tanda-tanda Penyakit:
Demam, Kemerahan dan pelepuhan di telapak kaki, tangan dan kulit bagian dalam rongga mulut, tidak nafsu makan, lesu dan nyeri tenggorokan.
Satu - dua hari setelah demam, timbul keluhan nyeri di mulut dan dimulai dari melepuh dan kemudian dapat menjadi berlendir. Keadaan tersebut dapat terjadi di lidah, gusi dan bagian dalam mulut.
Bila ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala neurologi, muntah berulang, sesak nafas dan halusinasi, segera dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.

Secara umum, kalau anak demam selama 2-3 hari sebaiknya segera konsultasikan ke petugas kesehatan terdekat.
Penyebab PTKM (Penyakit Tangan, Kaki & Mulut) pada umumnya adalah Enterovirus (EV), termasuk Oxsackievirus A16, EV 71 dan Echovirus.
Sangat jarang PTKM disebabkan oleh EV 71.
Adapun PTKM yang diakibatkan oleh EV 71 dapat menyebabkan Meningitis dan bahkan Enchephalitis, seperti yang terjadi di Malaysia pada tahun 1997, Taiwan di tahun 1998 dan China tahun 2008.
Dikutip dari website depkes.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Powered By Blogger
Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com