TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA

Sunday, January 10, 2010

Pernahkah Anda Merasa Kecewa, Karena Permintaan Tak Kunjung Tiba?

. Sunday, January 10, 2010

Pernahkah anda merasa terpuruk dalam kesedihan yang panjang karena kegagalan atau karena keinginan dan doa-doa yang dilayangkan tidak kunjung terkabul? Akibat dari kesedihan atau kegagalan yang dirasakan karena merasa sangat terpuruk beberapa orang mengambil jalan pintas dengan berbagai cara seperti bunuh diri. Tindakan jalan pintas dilakukan orang akibat dari kegagalan yang dirasakan sebagai kegetiran hidup yang sudah tidak kuat lagi untuk mengahadapinya. Tindakan seperti melompat dari gedung bertingkat, narkoba, mabok-mabokan, berganti-ganti pasangan semua dilakukan akibat rasa sedih luar biasa karena gagalnya menggapai impian dan merasa doa-doa yang dilayangkan tidak terkabul.

Ingat segala doa yang kita layangkan adalah karena kebutuhan dan keinginan kita. Tetapi yang kuasa lebih mengetahui segala keperluan, kebutuhan di luar apa yang kita inginkan dan pikirkan.
Sang pencipta sangat sayang pada umatNya, sehingga Ia selalu mempunyai rencana lain di luar dari pemikiran kita dan lebih baik untuk kehidupan masing-masin
g umatNya. Terkadang sangat sulit mengerti jalan-jalanNya atau rencanaNya bagi kita, sampai kita mengetahuinya barulah kita sadae segala rencanaNya selalu baik bagi setiap umatNya

Frank Slazak, memiliki impian menjadi seorang astronot. Seorang astronot yang dapat terbang ke luar angkasa. Menjadi seorang astronot haruslah memiliki gelar, tetapi Frank selalu bermimpi terbang ke luar angkasa dengan pakaian lengkap astronot. Tetapi Frank Slazak tidak memiliki sesuatu yang tepat dalam dirinya karena dia tidak memiliki gelar, dan diapun bukan seorang pilot.

Suatu hari Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Sebagai seorang warga biasa yang berprofesi sebagai guru maka Frank Slazak berusaha mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setelah Frank mengirimkan suratnya, hampir setiap hari dia memeriksa kotak posnya. Sampai suatu saat yang sangat dinantikan akhirnya dia menerima surat dengan amplop resmi berlogo NASA. Frank Slazak, semakin merasa yakin bahwa doanya akan terkabul. Frank mengikuti penyisihan babak penyisihan babak pertama d
an dia dinyatakan lolos. Semakin menyakinkan dirinya akan segera meraih impiannya terbang ke luar angkasa.

Beberapa minggu berikutnya, perwujudan impian Frank seakan semakin dekat, saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Saat menunggu hasil test selesai, Frank menunggu dengan sabar sambil berdoa dan ia merasa impiannya semakin dekat berada dihadapannya. Beberapa saat kemudian, Frank menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Jumlah pelamar ada 43.000 orang, setelah diadakan seleksi kemudian berkurang menjadi 10.000 orang. Frank akhirnya terpilih menjadi salah seorang dari 100 yang berkumpul untuk mengikuti test penilaian terakhir. Test yang dilakukan adalah simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. 100 orang yang tersisa akan memilih hanya 1 orang yang dapat lolos menjadi salah seorang astronot dari kalangan orang biasa.

Frank Slazak, sangat yakin bahwa dirinya akan segera terpilih menjadi salah seorang astronot. Pada saat-saat menjalani test dan menunggu hasil Frank selalu berdoa dan meminta “Tuhan, biarlah diriku yang terpilih karena aku tau itu adalah anugerah yang terbesar dalam hiduku!” itulah kata-kata yang selalu dia lontarkan saat mengucapkan doa didalam hati. Setelah beberapa saat menunggu dengan penuh harap, tibalah berita yang sangat menghancurkan jiwa Frank. Ternyata NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe, bukan dirinya.

Saat mendengarkan berita bahwa Frank tidak diterima menjadi calon astronot membuat hidupnya bagai tidak berpijak di bumi dan dia merasakan bahwa segala impian hidupnya hancur. Dia mengalami depresi yang sangat berat, yang mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri. Kebahagiaan dan kebanggaan menjadi seorang astronot yang selalu dia bayangkan dan doakan membuatnya bertanya, "Kenapa Tuhan, tak engkau kabulkan permintaanku? Kenapa bukan aku yang terpilih? Apa yang kurang dariku dibandingkan dengan Christina McAufliffe? Apakah Christina McAufliffe lebih bagus dariku? Bagian mana dari seleksi yang mengakibatkan aku tak diterima? Mengapa bukan dari seleksi pertama saja aku kalah, mengapa sampai seleksi terakhir yang sudah kuikuti setahap demi setahap sehingga aku pikir aku hampir jadi pemenang?Berbagai pertanyaan "Mengapa dan mengapa...." dia lontarkan.

Suatu siang ayah Frank menghiburnya dengan kata-kata “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, Frank Slazak, berkumpul bersama teman-temannya untuk melihat peluncuran Challanger. Dia dengan tekun mengamati peluncuran pesawat yang akan membawa para astronot ke luar angkasa. Saat pesawat melewati menara landasan pacu, dalam hati Frank menjerit dan menantang impiannya sambil berkata "Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?" Tetapi dengan tiba-tiba sementara semua mata masih tertuju pada pesawat, 73 detik kemudian. Tuhan menjawab semua pertanyaan Frank Slazak dan menghapus semua keraguannya saat pesawat Challanger meledak dan menewaskan semua penumpang.

Saat pesawat Challager meledak Frank Slazak menangis tersedu-sedu, perasaan kesal dan marah kepada Tuhan tiba-tiba hilang. Digantikan oleh perasaan yang sangat bahagia dan seperti tersanjung dan dia mulai menyadari bahwa Tuhan benar-benar sayang kepada dirinya.

Tiba-tiba ia teringat kata-kata ayahnya saat dia merasakan perasaan sangat tertekan “Semua terjadi karena suatu alasan.” Dia mulai sadar mengapa ia tidak terpilih dalam penerbangan pesawat Challanger walaupun ia sangat menginginkan karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiran setiap orang di bumi. Frank sadar bahwa Ia memiliki misi lain dalam hidupnya, bukan sebagai astronot. Akhirnya Franks mulai bangkit dari perasaan tertekan dan keterpurukannya dan dia mulai menyadari bahwa dia tidak kalah tetapi dia adalah seorang pemenang.
Kemudian Frank semakin menyadari bahwa "Ia menang karena ia telah kalah" Frank Slazak, menyadari ia masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doanya dikabulkan.

Dalam berdoa melayangkan permintaan, Tuhan mengabulkan doa dengan 3 cara:
1. "YA" Jawaban doa dimana kita mendapatkan apa yang kita minta.
2. "TIDAK", Jawaban doa dimana Tuhan mungkin akan memberikan yang lain yang lebih sesuai untuk kita dan yang terbaik bagi kita.
3. "TUNGGU", Jawaban doa bahwa kita tidak akan mendapatkan, tetapi Dia memiliki sesuatu yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA bagi kita.

Dalam firman yang sangat indah berkata Yeremia 29:11 "Sebab aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan-rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan"


0 comments:

Erna Website

 

Kamus Bahasa Indonesia

Subscribe Now: iheart

I heart FeedBurner

Erna Website is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com